Apa Itu Social Climber? Ini Penjelasannya

Jendela Dunia |


Perkembangan zaman yang sangat pesat ketika ini , memungkinkan orang untuk melaksanakan segala sesuatu hingga di luar dugaan. Fenomena yang ketika ini tengah mewabah ialah sebuah penyakit sosiologis dan psikilogis , yaitu Social Climber


Memang agak susah mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia untuk kata yang satu ini. Penjelasan sederhana dari social climber ialah orang yang mencari legalisasi sosial lebih tinggi dari statusnya yang sebenarnya.

Social climber tidak berusaha meraihnya dengan prestasi dirinya , namun dengan aksesoris yang menempel pada dirinya. Bagi orang sukses , kemewahan , keberadaan dan segala kemudahan yang ada ialah berkah dan hadiah dari kerja keras yang selama ini mereka lakukan.

Fenomena social climber terjadi alasannya ialah masyarakat yang mengagungkan status sosial. Siapa yang kita kenal dan apa yang Anda punya amat sangat berperan. Sehingga menarik hati banyak orang untuk ikut memiliki hal yang sama. Padahal , semua itu bukanlah hal yang mendasar dalam hidup. 

Bagaimana ciri - ciri Social Climber?

Orang yang mengidap social climber memang mudah dikenali. Berikut ialah ciri-ciri dari orang yang memiliki prilaku social climber :

Pertama , Seseorang yang hanya mau berteman berdasarkan siapa yang dikenal temannya dan siapa saja yang mengenal sahabat tersebut.

Kedua , Dia tak henti-hentinya menyadarkan kau betapa pentingnya menjadi terkenal dan punya nama. Dia ingin tahu orang-orang yang kau kenal dan siapa tahu orang tersebut mampu menaikkan statusnya.

Ketiga , Pribadi ini melaksanakan upaya serius untuk mengubah penampilan yang layak dan memastikan bahwa teman-temannya juga berpakaian yang pantas. Biasanya beliau juga acap memamerkan busana-busana atau suplemen dari label terkenal.

Ketiga , Jika kau mengenalkan orang ini ke lingkungan Kamu , maka beliau akan membajak pertemanan kalian untuk membuat beliau terlihat lebih penting ketimbang kamu.

Keempat , Dia suka memanfaatkan koneksi kau untuk keuntungan pribadi. Intensitas dan ketekunan membangun kekerabatan dengan koneksi kau mampu melebihi batas dari apa yang disebut jejaring sosial yang layak.

Kelima , Biasanya si pencari status sosial ini tidak memahami kau atau teman-temannya terlalu akrab. Soalnya beliau cenderung narsis dan hanya peduli terhadap diri sendiri.

Keenam , Dia akan menunggu hingga detik terakhir untuk memastikan atau membatalkan sebuah undangan. Yang ternyata alasannya ialah menunggu seruan yang jauh lebih baik.

Ketujuh , Dia mengontrol kehidupan sosial di lingkungan kau dan tak segan-segan untuk membuang , mengganti , dan mengucilkan seorang teman.

Apakah Social Climber berbahaya?

Secara umum social climber menggunakan segala cara untuk menggapai materi. Mulai dari meminta dan mengancam orang renta , memanfaatkan sahabat atau pacar bahkan melaksanakan tindakan kriminal.

Social climber ialah salah satu dari akar korupsi yang sekarang mendera bangsa ini. PNS golongan IIIB punya kendaraan beroda empat Chrysler , gaji tak ada 40 juta per bulan mampu beli Ferrari Monte Carlo , dan lain-lainnya. Mereka ini ialah orang-orang yang sangat suka diperhatikan , penganut norakisme , lebayisme dan pamerisme.

[Dirangkum dari banyak sekali sumber]

Artikel Jendela Dunia Lainnya :

Scroll to top