7 Dampak yang Dirasakan dari Donor Darah Bagi Kesehatan

Jendela Dunia |


Donor Darah disamping kegiatan sosial yang sangat bermanfaat juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Jika rutin dilakukan , maka efek positif yang dirasakan akan semakin terasa bagi kondisi kesehatan.



Berikut serupedia akan mengulas 7 Dampak yang Dirasakan dari Donor Darah Bagi Kesehatan yang dirangkum dari banyak sekali sumber. 


1. Mendeteksi penyakit serius

Setiap kali kita ingin mendonorkan darah , prosedur standarnya ialah darah kita akan diperiksa dari banyak sekali macam penyakit menyerupai HIV , hepatitis B , hepatitis C , sifilis , dan malaria.

Bagi yang mendapatkan donor darah , ini ialah berita penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita , ini ialah “rambu peringatan” yang baik semoga kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

Setelah menginjak usia 18 tahun , cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan menunjukkan perasaan yang senang alasannya ialah dapat membantu sesama , namun bermanfaat positif bagi kesehatan badan kita sendiri.

2. Mendapatkan kesehatan psikologis

Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita mencicipi kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan , orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan mencicipi tetap berenergi dan bugar.

3. Membantu penurunan berat tubuh

Menjadi donor darah ialah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan menunjukkan sekitar 450 ml darah , akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu ialah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

4. Meningkatkan produksi sel darah merah

Donor darah juga akan membantu badan mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah , alasannya ialah sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang.

Hasilnya , sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah gres setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh alasannya ialah itu , donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

5. Menjaga kesehatan jantung

Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah mampu mengakibatkan oksidasi kolesterol.

Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah mampu lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

6. Menurunkan resiko terkena kanker

Konsistensi melaksanakan donor darah harus tetap dipertahankan , mengingat badan akan selalu mencicipi manfaatnya. Untuk seorang pria , lakukanlah donor darah setiap 3 bulan sekali , sedangkan untuk wanita , Anda mampu melakukannya 4 bulan sekali. Resiko terkena kanker akan semakin menurun seiring tingkat konsisten si pendonor darah bersangkutan. Mereka mungkin saja terhindar dari kanker paru-paru , lambung , tenggorokan , dan juga usus besar.


7. Pembaharuan sel-sel darah secara rutin

Tubuh secara terpola akan memperbaharui sel-sel darah di dalamnya. Hanya saja proses ini ternyata berbeda antara seseorang yang melaksanakan donor darah dan tidak. Bagi mereka yang konsisten mendonorkan darah , regenerasi sel darah merah akan terjadi 48 jam pasca donor darah. Dalam waktu tersebut , volume darah akan benar-benar terganti dengan yang baru. Setidaknya 4 sampai 8 ahad ke depan , sel darah gres telah terbentuk dan membantu fungsi setiap organ. Dengan begini , badan akan terlihat jauh lebih segar dan sehat serta produktif melaksanakan banyak sekali aktivitas.

Artikel Jendela Dunia Lainnya :

Scroll to top