5 Negara yang Menikmati Hasil Kekayaan Alam Indonesia

Jendela Dunia |

Indonesia memang memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Kekayaan alam tersebut hingga dikala ini belum maksimal dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memenuhi kesejahteraan rakyatnya. 



Dibalik itu , ada sejumlah negara yang mencoba memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan dan keuntungan negaranya. Berikut serupedi akan mengulas 5 Negara yang Menikmati Hasil Kekayaan Alam Indonesia. 

1. Inggris

Negara pertama yang menikmati hasil kekayaan alam indonesia yaitu Inggris. British Petroleum (BP) yaitu operator lama sektor migas di Indonesia. Mengelola blok gas Tangguh di Papua , lewat anak perusahaan BP Berau , investasi terbaru perusahaan asal Inggris itu di blok tersebut mencapai USD 12 ,1 miliar. 

BP mengelola Blok Tangguh Train III , dengan 60 persen jatah mereka dapat diekspor ke Asia Pasifik , sementara 40 persen disalurkan ke Indonesia. Pasokan gas yang diharapkan PLN juga akan disalurkan oleh BP. Kerja sama strategis tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) pasokan gas alam cair untuk pembangkit milik PLN sebesar 230 mmscfd. 

Perusahaan dan investor lain asal Inggris dikala ini sedang mengincar sektor sumber daya alam strategis lainnya. Khususnya di bidang industri ramah lingkungan.

2. Prancis

Perusahaan migas asal Negeri Anggur , Total , sudah bermitra cukup lama dengan pemerintah Indonesia Total E&P Indonesie mengelola blok migas Mahakam , Kalimantan Timur. Total bekerjasama dengan Inpex Corp dalam mengelola blok Mahakam. Total mengendalikan 50 persen saham di blok tersebut dan Inpex sisanya. 

Pada 2008 , Total mengajukan tawaran untuk memperpanjang kontrak alasannya ingin melaksanakan investasi lebih lanjut. Total memproyeksikan Blok Mahakam pada 2013 menunjukkan pendapatan US$ 8 ,92 miliar. 

Selain Total , perusahaan Prancis lain , Eramet , berinvestasi di daerah timur Indonesia. Eramet beroperasi di Indonesia melalui kepemilikan saham pada PT Weda Bay Nickel di bawah konsorsium Strand Mineralindo. 

Investasi proyek pengolahan dan pemurnian (smelter) materi tambang di Halmahera Utara , Maluku tersebut mencapai US$ 5 miliar (Rp 50 triliun) dengan kapasitas 3 juta ton per tahun.

3. Kanada

Canadian International Development Agency (CIDA) menyebarkan 12 proyek di Sulawesi saja , semuanya bekerjasama dengan pengelolaan sumber daya alam. 

Sheritt International dan Vale juga membuka tambang di Indonesia. Khusus Vale , investasi di Sulawesi Tengah mencapai USD 2 miliar. 

Melalui Nico Resources yang menjadi perpanjangan tangan perusahaan migas Calgary asal Kanada , kini ada 20 blok yang dikelola , pengelola blok terluas di Indonesia. 

4. China

Negeri Tirai Bambu sangat aktif mencari sumber energi non-migas dari negara lain , termasuk Indonesia. Salah satu investasi besar mereka di Tanah Air yaitu bidang kerikil bara. Selain itu , SDA menyerupai nikel dan bauksit juga diincar perusahaan-perusahaan China. 

Perusahaan tambang skala menengah dan besar China bergerak di seluruh wilayah. Mulai dari Pacitan , Jawa Timur , hingga Pulau Kabaena , Sulawesi Tenggara. Salah satu perusahaan besar yaitu PT Heng Fung Mining Indonesia yang berinvestasi di bidang nikel , di Halmahera , Maluku , dengan target produksi mampu mencapai 200 juta ton. 

PetroChina , perusahaan migas pelat merah China juga mengelola beberapa blok. Salah satu yang gres ini tersorot yaitu 14 blok di Kabupaten Tanjung Jabung Timur , yang disegel pemerintah setempat alasannya problem CSR.

5. Amerika Serikat

Di bidang tambang dan pengelolaan blok migas , Amerika Serikat merupakan salah satu pemain utama di Indonesia Tentu masyarakat sangat familiar dengan Freeport McMoran , perusahaan tambang yang mengelola lahan di Tembagapura , Mimika , Papua. Produksi tambang itu per hari mencapai 220.000 ton biji mentah emas dan perak. 

Selain Freeport , masih ada Newmont , perusahaan asal Colorado , Amerika , yang mengelola beberapa tambang emas dan tembaga di daerah NTT dan NTB. Tahun lalu , setoran perusahaan ke pemerintah mencapai Rp 689 miliar , sudah mencakup semua pajak , dari keuntungan total mereka. Jika dari NTT saja , pada 2012 pendapatan Newmont mencapai USD 4 ,17 juta. 

Belum lagi sederet operator migas yang rata-rata kelas kakap sebagai mitra pemerintah mengelola blok migas. Chevron , memiliki jatah menggarap tiga blok , dan memproduksi 35 persen migas Indonesia.

Disusul ConocoPhilips yang mengelola enam blok migas. Perusahaan yang telah 40 tahun beroperasi di Indonesia ini merupakan produsen migas terbesar ketiga di Tanah Air. Lalu , tentu saja ExxonMobil yang bersama Pertamina menemukan sumber minyak 1 ,4 miliar barel dan gas 8 ,14 miliar kaki kubik di Cepu , Jawa Tengah.

Referensi :
[1]. id.wikipedia
[2]. lihat.co.id
[3]. NGI

Artikel Jendela Dunia Lainnya :

Scroll to top