Surat Terbuka Sumanto Untuk Ahok: Lebih Baik Sampean Mundur Saja


Setelah memperhatikan dinamika hubungan masyarakat di Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya, terlebih hubungan masyarakat Muslim-Kristen (dan non-Muslim lain) maupun sesama umat Islam, yang tidak sehat, tidak kondusif, dan memanas setiap hari meskipun suasana mendung dan hujan, maka dengan ini saya sarankan sampean mundur saja dari bursa pencalonan Gubernur DKI.

Kalau sampean masih tertarik nyalon ke spa saja, tidak usah nyalon jadi gubernur lagi. Toh sampean sudah merasakan menjadi gubernur.

Pertimbanganku bukan hanya demi kebaikan dan keharmonisan masyarakat Jakarta saja (dan Indonesia pada umumnya) tetapi juga demi kebaikan dan keharmonisan sampean dan keluarga.
Lagi pula, saya nggak tega dan merasa kasihan sama sampean: dicaci-maki terus, diteriaki aseng-kapir terus, dibabi-babikan terus, dituduh menghina Islam terus, dipitnah melecehkan Al-Qur'an terus, dituduh menghina ulama terus, dan seterusnya.

Padahal, sampean sudah melakukan banyak hal untuk kebaikan umat Islam di Jakarta khususnya. Tetapi tetap saja, (sebagian) kaum Muslim dan kelompok Islam tidak mau tahu, tidak terima, dan tetap istiqamah menghina sampean.

Sampean sudah membangun masjid raya yang megah dan masjid-masjid lain, tetapi mereka tetap saja menganggap sampean menghina Islam dan membahayakan umat Islam. Padahal sampean, setahuku, tidak pernah membangun gereja dan juga tempat ibadah non-Muslim lain. Apa jadinya jika sampean membangun gereja dan tempat ibadah non-Muslim lain?

Sampean sudah memberangkatkan umroh beberapa kali para rakyat kecil, petugas dan ustad masjid, yang tidak mampu membayar tiket ke Tanah Suci. Tetapi tetap saja mereka menganggap sampean menghina Islam, Al-Qur'an, ulama, dlsb. Padahal, setahuku, sampean tidak pernah memberangkatkan para petugas gereja wisata reliji ke Yerusalem atau Vatikan misalnya. Atau umat Hindu ke India. Apa jadinya kalau sampean melakukan hal itu? Gak bisa dibayangken deh apa kata jamaah Mamat kalau sampean melakukan hal ini.

Sampean sudah menggaji para marbot (petugas masjid), imam masjid, ustad/ustadah. Tapi tetap saja dituduh menghina Islam dan membahayakan kaum Muslim. Padahal, sampean tidak pernah menggaji para petugas / pengurus gereja berserta guru dan pendetanya, atau petugas tempat-tempat ibadah non-Muslim lain. Apa jadinya, kalau sampean melakukan itu? Apa nggak tambah kejang-kejang si Mamat.

Sampean juga menjaga dan mempertahankan area "makam keramat" Mbah Priok (Al-Habib Hasan bin Muhammad al-Haddad) yang sangat dihormati oleh masyarakat Jakarta. Tapi tetap saja sampean dituduh menghina Islam dan ulama. Apa jadinya, kalau sampean "merelokasi" makam itu demi pembangunan misalnya? Apa nggak kumat penyakit epilepsinya si Mamat.

Sampean sudah "beresin" tempat prostitusi Kalijodo. Tetapi tetap saja, tidak berubah penilaian dan tuduhan mereka ke sampean. Padahal, mereka katanya anti-maksiat dan "anti-lonte"?

Diluar itu, sampean saya lihat juga sudah melakukan banyak sekali program-program untuk "pemerintahan bersih" serta membangun berbagai sarana publik yang hasilnya dinikmati oleh semua warga, tidak pandang bulu: Mamat, Mimit, Mumut, Memet, Momot, Mumet dan saudara-saudara perempuannya: Mimin, Mumun, Momon, dlsb. Tetapi tetap saja sampean dituduh ini-itu oleh jamaah Mamat dan Mimin.

Jadi, sekali lagi, untuk kebaikan bersama, dan demi perdamaian dan keharmonisan warga, serta relasi Muslim-non-Muslim maupun Muslim-Muslim, sampean mundur saja. Sampean sudah kaya raya, punya istri cantik jelita. Mau apa lagi? Ngapain ngurusin gubernur? Nanti sampean pasti dikasih posisi yang lebih srategis dan yahud oleh Pakde Jokowi. Gampang kan?

Untuk urusan pencalonan gubernur "Jakardah", serahkan saja, percayakan saja ke Pak Basuki Tjahaja Purnama. Saya lihat Pak Basuki juga tidak kalah hebat dengan sampean koh.

Demikian saranku dari Tanah Suci. Semoga sampean mempertimbangkannya dengan masak-masak dan matang-matang. Jangan "setengah matang" ya? Soalnya, saya sukanya yang matang gitu.

Sumanto Al Qurtuby

Artikel Jendela Dunia Lainnya :

Scroll to top