Prabowo Marah Besar Setelah Mengetahui Anies Sandi Batal Hadir Debat Kompas TV


Kabar tentang batalnya pasangan calon gubernur DKI Anies Sandi menghadiri debat PILKADA putaran 2 di Kompas TV akhirnya sampai ke telinga Prabowo Subianto. Hal ini membuat Prabowo berang.

Saat dikonfirmasi ke lingkaran dalam Timses Anies Sandi, mereka membenarkan hal tersebut.

“Oh itu memang bener. Prabowo sebelum debat beberapa hari lalu maki-maki Eep dan Mardani yang mau batalin debat di Kompas TV” kata sumber informasi tersebut.

Prabowo Subianto yang pernah membantu proses kampanye Anies Sandi ternyata juga pernah meminta Anies Sandi untuk bersedia hadir pada debat tersebut. Hal tersebut diketahui dari rekaman pengantar Rosi dalam acara Kompas TV dimana Rosi terlihat menyampaikan ucapan terimakasih kepada Prabowo.

Apa Alasan Ketidakhadiran Anies Sandi?

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh tim Jedug.com, alasan Anies tidak mau hadir dalam debat Pilkada di Kompas TV adalah karena pada debat sebelumnya di Mata Najwa Metro TV, penampilan Anies Baswedan sangat mengecewakan.

Selain terlihat tidak bisa menguasai materi pertanyaan dan tidak menguasai program yang diusung, Anies beberapakali terlihat emosi dan agresif saat menjawab pertanyaan dari Najwa Shihab sebagai host. Ahok yang terus menerus diserang justru tampil tenang dan gemilang dalam menghadapi serangan dari Anies.

Setelah debat di acara Mata Najwa tersebut, beberapa media konvensional dan media digital memberikan penilaian buruk pada citra Anies Baswedan. Sebagai seorang calon gubernur yang mengusung nilai-nilai kebaikan, justru Anies terlihat pintar dalam hal retorika saja. Bahkan dari survey di lapangan didapatkan informasi bahwa dukungan terhadap Anies Sandi justru semakin berkurang setelah acara Mata Najwa tersebut.

Anies dan Sandi Terlihat Semakin Tidak Kompak

Setelah peristiwa di Mata Najwa, kabarnya Sandiaga Uno mengamuk karena merasa tidak dilibatkan dalam kegiatan penting tersebut. Sumber lain menyebutkan bahwa acara tersebut adalah settingan Anies dan Eep.

Sandiaga Uno semkain marah ketika disebutkan alasan dia tidak dilibatkan dalam debat di Mata Najwa tersebut. Dia tidak dilibatkan karena dianggap sering blunder dan kurang bisa tampil maksimal.

Namun, penampilan Anies di Mata Najwa tersebut justru membuat elektabilitas Anies Sandi semakin tenggelam. Tentu saja hal ini membuat Sandiaga Uni semkain meradang.

Sampai muncul kata-kata “gua yang keluar uang paling banyak, masak tidak diajak bicara”, menurut sumber.

Penyebab Ketidakhadiran Anies Sandi di Kompas TV

Sebenarnya, Sandiaga Uno ngotot ingin hadir dalam debat tersebut. Bahkan pada Minggu siang, Sandiaga juga sudah memberikan konfirmasi bahwa ia akan hadir, ditambah lagi kemarahan Prabowo.

Namun Eep terus mengupayakan agar Anies Sandi tetap tidak usah menghadiri acara debat tersebut dan mengusulkan ke pihak Kompas TV agar format acara diubah menjadi talkshow. Dan yang paling membuat jengkel adalah mereka ingin pindah tempat dari Ballroom Djakarta Theatre ke Studio Kompas TV.

“Mana mungkin bisa pindah, Ballroom Djakarta Theatre sudah dibayar mahal, terus pindah ke studio, apalagi minta-minta mengubah format acara, ini intervensi, kami tidak mau ditekan-tekan.” Kata sumber di Kompas TV.

Sekarang, kekecewaan dan kemarahan dari Tim Sukses Anies Sandi diarahkan sepenuhnya pada Eep Saefulloh Fatah dan Mardani Ali Sera dari PKS. Mereka berdua diangggap sebagai biang kerok ketidakhadiran Anies Sandi dalam debat di Kompas TV. Prediksi Prabowo pun terbukti bahwa elektabilitas pasangan Anies Sandi semakin terpuruk dan dibully di berbagai media massa.

Tagar #AniesTakutDebat menjadi trending tweet nomer 1 di Indonesia sebelum digantikan tagar #AhokDjarotDiRosi yang berhasil menembus trending tweet dunia.

Sampai berita ini dikeluarkan, tim pemenangan Anies Sandi sangat sibuk berupaya untuk mengembalikan keadaan. Eep Saefullah Fatah berlagak seperti Ketua Timses pasangan Anies Sandi dengan dukungan PKS. Sandiaga Uni, Prabowo, dan beberapa tokoh penting Gerindra semakin geram dengan kelakuan Eep dan PKS.

Artikel Jendela Dunia Lainnya :

Scroll to top