Apa itu Megalomania, dan Bagaimna Ciri-Ciri Orang Megalomania?


Kata Megalomania berasal dari bahasa Yunani. Terdiri dari kata Megalo, yang artinya sangat besar, hebat, atau berlebihan. Jika diartikan secara keseluruhan, kata Megalomania berarti sebuah bentuk obsesi yang berlebihan terhadap diri sendiri karena merasa senang dirinya paling hebat, paling besar, dan paling berkuasa.

Ada banyak orang yang menganggap bahwa seorang pemimpin bisa saja menderita Megalomania ini. Mengapa begitu? Karena biasanya pemimpin dengan ciri negatif akan menunjukkan sikap keinginan kuat untuk tampil sebagai orang terhormat, dihargai, dan ditaati.

Namun, penyakit jiwa ini bisa juga diidap oleh orang-orang yang jauh dari kekuasaan. Seorang pemimpin di perusahaan atau kelompok tertentu yang terlihat takut kehilangan posisinya hingga melakukan apa saja untuk mempertahankan posisinya, bisa dipastikan sedang mengidap Megalomania.

Mementingkan Diri Sendiri di Atas Kepentingan Lain

Para pengidap Megalomania selalu lebih mementingkan diri sendiri ketimbang kepentingan orang lain sehingga seringkali mereka menyimpang dari tujuan awal sebagai pemimpin. Ketika orang-orang penting di sebuah negara atau perusahaan mengidap Megalomania, maka yang terjadi adalah mereka lebih mementingkan kemuliaan, kebesaran, dan kekayaan pribadi dibandingkan dengan tujuan bersama yang telah diamanahkan kepada mereka.

Bapak psikologi, Sigmund Freud pernah mengatakan bahwa akar dari Megalomania ini adalah narsisme atau rasa cinta terhadap diri sendiri yang sangat berlebihan. Penderita Megalomania biasanya menilai dirinya secara berlebihan, atau memberikan penghargaan pada diri sendiri di luar batas wajar.

Megalomania adalah perilaku mental yang bisa digunakan oleh semua individu sebagai salah satu cara untuk mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan frustasi, merasa ditinggalkan, kehilangan. Kita bisa menyebutkan bahwa Megalomania ini sebagai bentuk ekstrim dari maniak pertahanan terhadap rasa cemas akibat pemisahan dari obyek tertentu.

Contoh perilaku Megalomania yang bisa kita lihat dalam kehidupan sosial adalah orang-orang yang mabuk kekuasaan atau diktator. Mereka bisa saja orang-orang di posisi eksekutif, politisi, beberapa jendral, dan posisi penting lainnya.


Biasanya mereka yang mengidap Megalomania tidak tertarik pada refleksi diri sehingga tidak sadar dengan keadaannya. Hal ini kemudian membuat mereka tidak bisa berubah. Pengobatan dengan cara dialog mungkin tidak akan efektif.

Ciri-Ciri Orang Megalomania

1. Tidak Mau Menerima Kritik

Pengidap Megalomania biasanya tidak mau mendengar pendapat dan kiritik orang lain. Mereka selalu menganggap dirinya lebih baik dan paling benar sehingga cenderung lebih sering memutuskan sesuatu atas pendapat pribadi.

Bila seseorang mengkritik pengidap Megalomania, mereka akan menyalahkan orang lain. Bagaimanapun kritik yang diberikan pada mereka, para pengidap Megalomania selalu berdalih bahwa dirinyalah yang paling benar.

2. Selalu Minta Dihargai

Karena mereka selalu merasa paling hebat dan paling benar, maka pengidap Megalomania ini pun ingin orang lain selalu menghargai kerja kerasnya. Tidak perduli apakah yang dilakukan telah merugikan orang lain, kerja keras meraka harus dihargai. Dan harga diri mereka sangat tinggi.

3. Selalu Ingin Jadi Pemimpin

Keinginan mereka agar dihargai oleh orang lain membuat para pengidap Megalomania selalu ingin jadi pemimpin. Menurut mereka posisi pemimpin adalah yang paling tinggi dan pantas untuk dihargai oleh orang lain. Selain itu, para pengidap Megalomania selalu berpikir bahwa mereka sangat pantas sebagai ketua atau pemimpin dibandingkan orang lain.

4. Selalu Mencari Pendukung

Para penderita Megalomania biasanya punya kemampuan dalam hal memimpin sebuah kelompok atau perusahaan. Oleh karena itu, mereka akan sangat senang bila memiliki pengikut di sekitarnya. Selain itu, mereka juga punya kelebihan dalam hal mempengaruhi orang lain agar setuju dengan perkataannya.

5. Seringkali Menganggap Orang Lain Kurang Mampu

Para pengidap Megalomania sering merendahkan orang lain, baik itu secara langsung ataupun tidak langsung. Bagi mereka, orang lain kurang mampu dan tidak bisa menandingi kemampuannya. Dalam dunia kerja, orang-orang seperti ini mudah sekali kita temukan, yaitu mereka yang suka meremehkan pekerjaan orang lain. Seorang Megalomania menganggap dirinya mampu menyelesaikan semua hal dan ingin mendapat sanjungan dan pujian dari orang lain.

Salah satu tokoh dunia pengidap Megalomania adalah Adolf Hitler. Pemimpin Nazi ini tidak pernah puas dengan apa yang dicapainya. Hitler pernah mengagungkan bangsa Jerman sebagai ras yang paling baik di dunia. Ambisi Hitler adalah untuk mengambil alih dunia dan menjadikan Jerman sebagai Lord of the Earth. Hitler membunuh lebih dari 20 juta orang, utamanya bangsa Yahudi, yang dianggap menghalangi jalannya untuk menguasai dunia dan menghabisi ras-ras yang dianggapnya jelek.

Artikel Jendela Dunia Lainnya :

Scroll to top